Memendam perasaan itu
begitu sulit dan
perlu kesabaran
Mengungkapkan perasaan itu
begitu gugup bilamana kan ada yang terluka/tersakiti
Membuang jauh perasaan itu
begitu sia-sia setelah menunggu sekian lama
Perasaan inilah yang dialami
cowok semacam aku
"Berani mencintai tetapi takut melukai/menyakiti"
TAU GAK SIH
Selasa, 12 Februari 2013
Menunggu
Bintang yang terang
sinarmu sungguh indah
keindahanmu mengingatkan aku
pada seseorang…………
dimana aku sangat merindukannya
malam yang begitu sunyi……….
mengapa dia tak hadir untuk menemaniku
angin yang berhembus dengan kencang……….
Tuhan sampaikan salam ku padanya
bahwa aku sangat merindukannya
kuingin dia selalu mencintaiku
dimanapun dia melangkah
SETIAP KATAKU ADALAH KATA CINTA PADAMU
DIHATIKU HANYA ADA SATU NAMA YAITU KAMU
SETIAP LANGKAHKU HANYA UNTUKMU
AKU HIDUP UNTUK MENCINTAIMU
DAN AKU MATIPUN AKAN AKU KENANG DIRIMU
Kenapa Type Handphone Nokia Tidak Ada Yang Berangka 4?
Tahukah Anda, bahwa semua type handphone Nokia tidak ada yang mengandung angka 4 (empat). Coba Anda ingat-ingat… dari awal produksi hingga saat ini pasti tidak akan ditemukan Hape keluaran Nokia yang berangka 4, karena Nokia memang tidak pernah merilisnya.
Pertanyaannya kenapa? apakah nokia melarangnya atau ada kegagalan produk? jawabannya dibawah ini.
Sebelumnya, kita lihat dulu beberapa type handphone yang pernah dikeluarkan oleh vendor asal Finlandia ini:
- Seri 1 : 1100 ,1108, 1110,1112, 1200, 1208 dst
- Seri 2 : 2100, 2112, 2300, 2650, 2505, dst
- Seri 3 : 3100, 3120, 3650, 3660, 3310, 3315, dst
- Seri 4 :???????????
- Seri 5 :5500, 5310, 5610, 5700, 5200, dst
- Seri 6 : 6600, 6630, 6100, 6250, 6680, dst
- Seri 7 : 7110, 7200, 7210, 7250i, 7250, 7260, 7270, 7280, 7360, 7710, dst….
- Seri 8 : 8210, 8250, 8310, 8600, 8800, 8801, 8810, 8850, 8855, dst
- Seri 9 : 9000, 9110, 9210i, 9210, 9300, 9300i, 9500 dst…
- Seri N : NGAGE, NGage, QD N80 ,N90 ,N91 ,N70 ,N70 MUSIC, N71, N72, N73 N73 MUSIC, N73 WHITE, N76 ,N77, N81, N81-2GB, N82 ,E50, E51 ,E60, E61, E61i, E65, E70, ,E90, N73, N79, N92, N93, N93i, N95, N95 8GB…
Penjelasannya begini.. Konon para petinggi nokia sangat percaya dengan Tetraphobia
Apa itu Tetraphobia??
Tetraphobia adalah ketakutan atau kekhawatiran terhadap angka 4. Tetraphobia merupakan kepercayaan takhayul yang diyakini secara umum di daerah Asia Timur seperti Cina, Jepang, Korea, dan Taiwan. Dan angka 4 sebisa mungkin dihindari kemunculannya karena akan membawa dampak buruk. Mereka beralasan bunyi dari angka 4 jika diucapkan menyerupai bunyi dari kata kematian dalam bahasa mereka.
Selain itu, 14, 24, dan lainnya juga dihindari karena mengandung angka 4 di nomor-nomor tersebut. Di negara-negara ini, lantai gedung bertingkat yang bernomor 4 biasanya diganti menjadi 3A. Demikian juga nomor meja di restoran, pesta pernikahan atau pertemuan sosial lainnya, meja yang mengandung angka 4 dicabut dan diganti dengan angka lain.
Dan ternyata takhayul tetraphobia ini juga telah mendunia, sebagai akibat dari banyaknya pebisnis asal Asia Timur terutama China yang menyebar ke seluruh bidang bisnis di dunia.
Lalu hubungannya angka 4 dan Nokia?
Yang pertama Nokia tidak ingin sial dan yang kedua pasar Nokia terbesar adalah kawasan Asia Timur dan sekitarnya yang notabene sebagian besar masyarakatnya percaya bahwa angka 4 adalah angka kematian. Jadi intinya Nokia ingin sukses dengan mengikuti adat yang berkembang di wilayah konsumennya.
menelusuri angka 4 adalah angka sial, (pecahkan mitos)
karena z tertarik dan pnasaran dgn mitos/ tanggpan sbgian masyarakt nergara asia timur jk angka 4 i2 adalah angka sial... pertama z membuka www.google.com (terjemahan), dibawah ini penjelasan singkatnya....angka 4 = ne (korea)
ne = tidak (prancis)
tidak = ar (rumania)
ar = akan (indonesia)
akan = geos-ida (korea)
geos jka dibaca dengan bhasa korea terdengar gos = bacaan bhasa inggris (ghost), yg dterjemahkan lg ke dlm bhs indonesia (hantu).
slain dr itu geos-ida (korea), jika dipotong kata ida dr bhsa spanyol bs mngartikan ausfall kemudian diterjemahkan lagi kedalam bhs indonesia mnghasilkan kata gagal atau kegagalan.mka dr i2 z mnyimpulkan bhwa angka 4 adalah angka sial atau angka kegagalan, mungkin klo di cerna smua bhasa di dunia yg z rampung cm kebetulan....???? tp apakah sbgian negara asia timur mngetahui angka 4 adalah angka sial dgn memecahkan masalah sama dengan cara ku????? tp ingat aja kawan2, smua kegagalan atau kematian bkan karena angka... tetapi jka Allah SWT m'hendaki, kapan pun, dimna pun dan siapapun dy kan mngalaminya sendri..... smoga catatan ini bermanfaat untuk kita smua, dan selebihnya kita srahkan ke siapa yg menciptakan kita n jagar raya.
sekian,senin, 12 maret 2012
Selasa, 29 Januari 2013
Pak Tua dan Palu Baja
Berjalan melintasi bebatuan dan tebing yang terjal menuju titik teratas
bukit membuatku merasakan indahnya alam dengan kesejukan hamparan angin.
Namun kesejukan itu tiada arti melihat aktifitas dibalik bukit itu. Ku
menemukan seorang kakek tua kulit keriput sambil mengayunkan palu
bajanya ke batuan yang begitu besar dari ukuran tubuhnya. Pak tua ini
tak menurunkan niatnya mecari kehidupan di antara bebatuan yang bisa
saja memuat dia kehilangan nyawanya. Hanya untuk mendapatkan sesuapa
nasi Dia berjuang keras memecahkan batu menjadi ukuran kecil demi masa
depan keluarganya.
Hatiku sungguh ingin menangisi pak tua itu, seolah aku berjalan mendekatinya tapi akupun tak bisa apa-apa. Kulit rapuh, tetesan keringat tertancap dikening dan tetap kuat walau terik matahari sangan menyekat kepala dan punggung. Aku sungguh tak menyangka, ternyata dibalik usianya yang semakin tua dan tubuhnya kurus masih ada tersimpan kekuatan yang sangat ajaib bagi usiaku yang lebih muda dibandingkan dengannya.
Pandanganku teralihkan ke jalan di anatara himpitan batu-batuan datang berjalan dan kelelahan seorang nenek tua sambil menggenggam erat ranting batang pepohonan pada tangan kanannya, dan sebuah botol air minum digenggamnya di tangan kirinya. Menyaksikan suasana ini semgakin mengharukan. Nenek tua ini menghampiri kakek tua tadi kemudian menyuruhnya beristirahan sejenak dan menuangkan air ke cangkir yang kotor. Sementara sang kakek beristirahat, nenek tua ini mengambil beberapa helai daun jati kemuadin dianyamnya dan alhasil dari usahanya terbentuk sebuah tenda-tenda kecil yang kurang lebih berukuran satu meter, setelah terbentuk nenek itu mengikat anyaman itu diranting pohon yang dia genggam sejak dia berjalan menuju tempat ini. Ditancapakanlah di tempat kakek tua ini mencari modal usahanya sebagai perlindungan dari sengatan terik matahari yang memancar.
Hanya dengan palu baja dengan energi yang pas-pasan sepasang orang tua menjalani hidupnya dengan penuh resiko di balik bukit dan himpitan batuan yang bisa saja menimpanya, namun dengan jerih payahnya mereka hidup dengan sangat serba sederhana. Tapi aku malah bertanya-tanya, kemana anak-anak mereka…..!!! sungguh tak kusangka kehidupan didunia ini penuh beban dan kerja keras untuk kehidupan sehari-bersama keluarga.
Menjelang magrib, sebuah mobil truk yang melintasi bukit dan mengambil serpiahan batuan yang di lokasi kerja pak tua. Dengan sekejap mata memandang selembar uang pecahan sepuluh ribu diberikan kepada sang kakek. Setelah truk itu penuh dengan batu-batuan, sepasang orang tua ini bergegas jalan perlahan sambil memeras baju yang basah dengan keringat disetiap tetesannya.
Inilah hidup……… bekerja hanya untuk memberi sesuap nasi kepada keluarga walau harus mgorbangkan nyawa. Hidup penuh beban dan perjuangan yang keras, tak mudah hidup tertawa dan memanti upah yang datang dari arah dan tujuan yang pasti.
Hatiku sungguh ingin menangisi pak tua itu, seolah aku berjalan mendekatinya tapi akupun tak bisa apa-apa. Kulit rapuh, tetesan keringat tertancap dikening dan tetap kuat walau terik matahari sangan menyekat kepala dan punggung. Aku sungguh tak menyangka, ternyata dibalik usianya yang semakin tua dan tubuhnya kurus masih ada tersimpan kekuatan yang sangat ajaib bagi usiaku yang lebih muda dibandingkan dengannya.
Pandanganku teralihkan ke jalan di anatara himpitan batu-batuan datang berjalan dan kelelahan seorang nenek tua sambil menggenggam erat ranting batang pepohonan pada tangan kanannya, dan sebuah botol air minum digenggamnya di tangan kirinya. Menyaksikan suasana ini semgakin mengharukan. Nenek tua ini menghampiri kakek tua tadi kemudian menyuruhnya beristirahan sejenak dan menuangkan air ke cangkir yang kotor. Sementara sang kakek beristirahat, nenek tua ini mengambil beberapa helai daun jati kemuadin dianyamnya dan alhasil dari usahanya terbentuk sebuah tenda-tenda kecil yang kurang lebih berukuran satu meter, setelah terbentuk nenek itu mengikat anyaman itu diranting pohon yang dia genggam sejak dia berjalan menuju tempat ini. Ditancapakanlah di tempat kakek tua ini mencari modal usahanya sebagai perlindungan dari sengatan terik matahari yang memancar.
Hanya dengan palu baja dengan energi yang pas-pasan sepasang orang tua menjalani hidupnya dengan penuh resiko di balik bukit dan himpitan batuan yang bisa saja menimpanya, namun dengan jerih payahnya mereka hidup dengan sangat serba sederhana. Tapi aku malah bertanya-tanya, kemana anak-anak mereka…..!!! sungguh tak kusangka kehidupan didunia ini penuh beban dan kerja keras untuk kehidupan sehari-bersama keluarga.
Menjelang magrib, sebuah mobil truk yang melintasi bukit dan mengambil serpiahan batuan yang di lokasi kerja pak tua. Dengan sekejap mata memandang selembar uang pecahan sepuluh ribu diberikan kepada sang kakek. Setelah truk itu penuh dengan batu-batuan, sepasang orang tua ini bergegas jalan perlahan sambil memeras baju yang basah dengan keringat disetiap tetesannya.
Inilah hidup……… bekerja hanya untuk memberi sesuap nasi kepada keluarga walau harus mgorbangkan nyawa. Hidup penuh beban dan perjuangan yang keras, tak mudah hidup tertawa dan memanti upah yang datang dari arah dan tujuan yang pasti.
......i miss u.......
Ku Rindukan Rasa Ini Kian bersamamu
Dimasa-masa Awal Ku Dekat Denganmu
Kini Hanya Bayangmu Terpendam Dimataku
Hingga Membuatku Terpaku Memikul Beban Dihati
Ku Harapkan kehadiranmu
Kini Digenggamanku Walau Engkau
Tak Yakin Bahwa Cinta Ini Takkan Pernah Abadi
Meski Semua Janji Belum Tertepati
Dentingan Nyanyian Kelabu
Dan Tangisan Hati Berserakan Dipipiku
Mengharap Dan Terus Berharap
Kan Lahir Kembali “Purnama” Dihatiku
Dimasa-masa Awal Ku Dekat Denganmu
Kini Hanya Bayangmu Terpendam Dimataku
Hingga Membuatku Terpaku Memikul Beban Dihati
Ku Harapkan kehadiranmu
Kini Digenggamanku Walau Engkau
Tak Yakin Bahwa Cinta Ini Takkan Pernah Abadi
Meski Semua Janji Belum Tertepati
Dentingan Nyanyian Kelabu
Dan Tangisan Hati Berserakan Dipipiku
Mengharap Dan Terus Berharap
Kan Lahir Kembali “Purnama” Dihatiku
KITA SAUDARA DUNIA DAN AKHIRAT
Bukankah kita searah
sejalan dan seirama
genggam jemarimu erat
mengisi ruang kosong jejariku
dari matamu terpancar
sinar-sinar mentari yang lebih terang
aku melihat segalanya
tentang jiwa dan arti hidup
Hilang dipembaringan sepi
renyah senyummu
entahlah..... meski tak ada lagi
celoteh bibirmu
aku tetap menyapamu.....
sejalan dan seirama
genggam jemarimu erat
mengisi ruang kosong jejariku
dari matamu terpancar
sinar-sinar mentari yang lebih terang
aku melihat segalanya
tentang jiwa dan arti hidup
Hilang dipembaringan sepi
renyah senyummu
entahlah..... meski tak ada lagi
celoteh bibirmu
aku tetap menyapamu.....
Menjauh Karena Cinta
Ku telah pergi menjauh darimu untuk mencoba melupakanmu, namun aku
kembali karena ku tak sanggup melupakan ini semua begitu saja.
Tapi........., mengapa disaat perjalananku, kau pergi menjauh dan ketika
aku menemukan seseorang yang lebih aku harapkan, kau datang padaku.
Seakan ingin menyampaikan sesuatu, tapi kau tak sanggup. Tapi kau bahkan
takut berkata sepatah katapun kepadaku seperti pijak dimataku. Mengapa
kau menyia-nyiakan hubangan ini dengan perpisahan yang tak bisa ku
lupakan....? apakah kau hanya ingin melihatku menangisi perasaanku
setelah kau tau aku sanggup abadi dihatimu selamanya...? setiap malam
kerinduan ini semakin terasa, lonceng berbunyi diiringi tiupan angin
yang sejuk dan seakan merasakan kehadiranmu. Mengapa secepat itu kau
pergi disaat aku mulai mencintaimu....? mengapa kau tinggalkan aku
dengan lonceng dan batu giokmu....? mengapa kau memberiku kenangan yang
begitu indah dan berarti dalam hidupku....?
Tak ada lagi seutuhnya mencintaiku seperti kau mencintaiku sepenuhnya. Disaat aku mencintainya, dia perhi menjauh dariku. Aku hanya ingin bahagia bersama dengan orang yang aku sayangi baik itu sahabat....kekasih.....mau
pun keluarga. Sekarang enam tahun telah berlalu kenangan indah itu bersamaku, tapi rasa ini masi tersimpan dihati.
Aku takut mencintai dan dicintai, karena aku takut akan kehilangn lagi. Jika aku menemukan orang yang patut ku sayang, tak segan ku beri dia perhatian dan kasih sayang yang tulus tanpa imbalan. Kini semua orang membenciku karena sifat dan ucapanku, kecuali berkat sahabat-sahabat yang masih sanggup bertahan membuatku lebih bersemangat dan cerah dari hari-hari sebelumnya.
Pernah suatu saat, satu tahun kepergianmu, aku pergi dari rumah karena tak tahan dengan kesedihanku. Hanya berselang tiga hari aku dikampung orang dengan sendirinya aku merasa bersalah dengan apa yang ku lakukan, terbayang dengan kabar ayah, ibu, dan adik-adikku yang imut-imutnya saat itu. Apa yang membuatku menyesal........? Seorang gadis belia bernama "Riska" di kampung itu yang memberiku pengertian yang begi....tu berarti, dan membuatku seakan bersujud dihadapan Tuhan.
"Hay......dari mana asalmu!", Tanya Riska dengan ramah
"Aku dari kota", jawabku
"Ngapain disini, kadang diam, tersenyum, sedih.....!", balas Riska dengan logatnya
"Nggak tau........., aku hanya teringat dengan keluargaku", kataku
"Kenapa kamu masih disini, mungkin keluargamu sedih dengan kepergianmu......., apa kamu tak merasa bersalah? dengan apa yang kau lakukan ini kepada mereka......!" Riska berkata sambil menggenggam tanganku. Pulanglah, karena kebahagiaanmu bukan disini, bukan berarti aku mengusirmu. Tapi pernahkah kau merasakan perih disaat mereka menangisi kepergianmu.
Saat itulah aku terdiam menyesali kesalahan dan terfikirkan untuk pulang.......
"Ma kasih Ris......, tanpamu aku nggak tau mau berbuat apa lagi...., sekali lagi aku berterima kasih..", balas aku. Dengan tak sadar memeluk dia erat-erat. Setelah itu, Riska sekeluarga (pemilik rumah yang kutinggali) mengantarku pulang hingga halaman rumahku yang luas.
Begitu indahnyakah cinta itu........Hingga kita tak bisa meninggalkan maupun melupakannya. Cinta itu ibarat awan dan hujan, melindungi dan membasahi hati yang gersang ini. Jika suatu saat kumenemukan cinta, aku akan menjadi matanya dan ku biarkan dia menjadi air mataku karena tak rela dia menjauh saat aku menangis.
Tapi sekarang aku tak bisa melangkah jauh, aku diam bagai batu karang yang terhempas oleh ombak. Disaat ku genggam erat cinta itu, seakan ingin pergi menjauh darinya. Lagi-lagi aku takut mengatakan cinta....., cinta hanya bisa menyakitiku dan suatu saat akan membuatku gila. Aku hanya bisa termenung luruh diatas angan yang bergeruh muruh, terdiam kaku menatap indahnya cahaya bulan, merasakan tiupan angin yang menusuk hingga tulang rusukku, dan berharap bintang jatuh digenggamanku.
Maafkan aku.....
Mungkinkah aku salah
Karena membuatmu sedih
Mungkinkah aku salah
Karena terlanjur cinta kepadamu
Tak tahan terbayang
Saat air matamu mengalir
Hanya teringat wajahmu
Dan kucoba tuk lupakan dirimu
Maafkan aku..........
Karena akupun tak bisa
Memaafkan diriku sendiri
Karena aku mencintaimu.............
..............Sang Bintang.................
Tak ada lagi seutuhnya mencintaiku seperti kau mencintaiku sepenuhnya. Disaat aku mencintainya, dia perhi menjauh dariku. Aku hanya ingin bahagia bersama dengan orang yang aku sayangi baik itu sahabat....kekasih.....mau
Aku takut mencintai dan dicintai, karena aku takut akan kehilangn lagi. Jika aku menemukan orang yang patut ku sayang, tak segan ku beri dia perhatian dan kasih sayang yang tulus tanpa imbalan. Kini semua orang membenciku karena sifat dan ucapanku, kecuali berkat sahabat-sahabat yang masih sanggup bertahan membuatku lebih bersemangat dan cerah dari hari-hari sebelumnya.
Pernah suatu saat, satu tahun kepergianmu, aku pergi dari rumah karena tak tahan dengan kesedihanku. Hanya berselang tiga hari aku dikampung orang dengan sendirinya aku merasa bersalah dengan apa yang ku lakukan, terbayang dengan kabar ayah, ibu, dan adik-adikku yang imut-imutnya saat itu. Apa yang membuatku menyesal........? Seorang gadis belia bernama "Riska" di kampung itu yang memberiku pengertian yang begi....tu berarti, dan membuatku seakan bersujud dihadapan Tuhan.
"Hay......dari mana asalmu!", Tanya Riska dengan ramah
"Aku dari kota", jawabku
"Ngapain disini, kadang diam, tersenyum, sedih.....!", balas Riska dengan logatnya
"Nggak tau........., aku hanya teringat dengan keluargaku", kataku
"Kenapa kamu masih disini, mungkin keluargamu sedih dengan kepergianmu......., apa kamu tak merasa bersalah? dengan apa yang kau lakukan ini kepada mereka......!" Riska berkata sambil menggenggam tanganku. Pulanglah, karena kebahagiaanmu bukan disini, bukan berarti aku mengusirmu. Tapi pernahkah kau merasakan perih disaat mereka menangisi kepergianmu.
Saat itulah aku terdiam menyesali kesalahan dan terfikirkan untuk pulang.......
"Ma kasih Ris......, tanpamu aku nggak tau mau berbuat apa lagi...., sekali lagi aku berterima kasih..", balas aku. Dengan tak sadar memeluk dia erat-erat. Setelah itu, Riska sekeluarga (pemilik rumah yang kutinggali) mengantarku pulang hingga halaman rumahku yang luas.
Begitu indahnyakah cinta itu........Hingga kita tak bisa meninggalkan maupun melupakannya. Cinta itu ibarat awan dan hujan, melindungi dan membasahi hati yang gersang ini. Jika suatu saat kumenemukan cinta, aku akan menjadi matanya dan ku biarkan dia menjadi air mataku karena tak rela dia menjauh saat aku menangis.
Tapi sekarang aku tak bisa melangkah jauh, aku diam bagai batu karang yang terhempas oleh ombak. Disaat ku genggam erat cinta itu, seakan ingin pergi menjauh darinya. Lagi-lagi aku takut mengatakan cinta....., cinta hanya bisa menyakitiku dan suatu saat akan membuatku gila. Aku hanya bisa termenung luruh diatas angan yang bergeruh muruh, terdiam kaku menatap indahnya cahaya bulan, merasakan tiupan angin yang menusuk hingga tulang rusukku, dan berharap bintang jatuh digenggamanku.
Maafkan aku.....
Mungkinkah aku salah
Karena membuatmu sedih
Mungkinkah aku salah
Karena terlanjur cinta kepadamu
Tak tahan terbayang
Saat air matamu mengalir
Hanya teringat wajahmu
Dan kucoba tuk lupakan dirimu
Maafkan aku..........
Karena akupun tak bisa
Memaafkan diriku sendiri
Karena aku mencintaimu.............
..............Sang Bintang.................
Langganan:
Postingan (Atom)