Tak ada lagi seutuhnya mencintaiku seperti kau mencintaiku sepenuhnya. Disaat aku mencintainya, dia perhi menjauh dariku. Aku hanya ingin bahagia bersama dengan orang yang aku sayangi baik itu sahabat....kekasih.....mau
Aku takut mencintai dan dicintai, karena aku takut akan kehilangn lagi. Jika aku menemukan orang yang patut ku sayang, tak segan ku beri dia perhatian dan kasih sayang yang tulus tanpa imbalan. Kini semua orang membenciku karena sifat dan ucapanku, kecuali berkat sahabat-sahabat yang masih sanggup bertahan membuatku lebih bersemangat dan cerah dari hari-hari sebelumnya.
Pernah suatu saat, satu tahun kepergianmu, aku pergi dari rumah karena tak tahan dengan kesedihanku. Hanya berselang tiga hari aku dikampung orang dengan sendirinya aku merasa bersalah dengan apa yang ku lakukan, terbayang dengan kabar ayah, ibu, dan adik-adikku yang imut-imutnya saat itu. Apa yang membuatku menyesal........? Seorang gadis belia bernama "Riska" di kampung itu yang memberiku pengertian yang begi....tu berarti, dan membuatku seakan bersujud dihadapan Tuhan.
"Hay......dari mana asalmu!", Tanya Riska dengan ramah
"Aku dari kota", jawabku
"Ngapain disini, kadang diam, tersenyum, sedih.....!", balas Riska dengan logatnya
"Nggak tau........., aku hanya teringat dengan keluargaku", kataku
"Kenapa kamu masih disini, mungkin keluargamu sedih dengan kepergianmu......., apa kamu tak merasa bersalah? dengan apa yang kau lakukan ini kepada mereka......!" Riska berkata sambil menggenggam tanganku. Pulanglah, karena kebahagiaanmu bukan disini, bukan berarti aku mengusirmu. Tapi pernahkah kau merasakan perih disaat mereka menangisi kepergianmu.
Saat itulah aku terdiam menyesali kesalahan dan terfikirkan untuk pulang.......
"Ma kasih Ris......, tanpamu aku nggak tau mau berbuat apa lagi...., sekali lagi aku berterima kasih..", balas aku. Dengan tak sadar memeluk dia erat-erat. Setelah itu, Riska sekeluarga (pemilik rumah yang kutinggali) mengantarku pulang hingga halaman rumahku yang luas.
Begitu indahnyakah cinta itu........Hingga kita tak bisa meninggalkan maupun melupakannya. Cinta itu ibarat awan dan hujan, melindungi dan membasahi hati yang gersang ini. Jika suatu saat kumenemukan cinta, aku akan menjadi matanya dan ku biarkan dia menjadi air mataku karena tak rela dia menjauh saat aku menangis.
Tapi sekarang aku tak bisa melangkah jauh, aku diam bagai batu karang yang terhempas oleh ombak. Disaat ku genggam erat cinta itu, seakan ingin pergi menjauh darinya. Lagi-lagi aku takut mengatakan cinta....., cinta hanya bisa menyakitiku dan suatu saat akan membuatku gila. Aku hanya bisa termenung luruh diatas angan yang bergeruh muruh, terdiam kaku menatap indahnya cahaya bulan, merasakan tiupan angin yang menusuk hingga tulang rusukku, dan berharap bintang jatuh digenggamanku.
Maafkan aku.....
Mungkinkah aku salah
Karena membuatmu sedih
Mungkinkah aku salah
Karena terlanjur cinta kepadamu
Tak tahan terbayang
Saat air matamu mengalir
Hanya teringat wajahmu
Dan kucoba tuk lupakan dirimu
Maafkan aku..........
Karena akupun tak bisa
Memaafkan diriku sendiri
Karena aku mencintaimu.............
..............Sang Bintang.................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar